Renop

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TARBIYAH IAINU KEBUMEN 2015 – 2020

I.  KEBIJAKAN DASAR

  1. Umum

Kebijaksanaan dasar Rencana Induk Pengembangan fakultas tarbiyah IAINU Kebumen didasarkan pada:

  1. Landasan idiel-filosofis : Pancasila
  2. Landasan konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang -Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 12 Tahun 2003.
  3. Landasan struktural operasional : Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi.
  4. Kebijakan-kebijakan lain yang berhubungan dengan penyelengaraan-penyelengaraan perguruan tinggi.

 

  1. Khusus
  2. Statuta

Dalam Statuta IAINU Kebumen dapat dilihat bahwa IAINU Kebumen senantiasa bercermin pada keadaan-masalah masa lampau, melihat realitas masa kini, dan berorientasi pada perkembangan yang akan datang.

Keadaan IAINU Kebumen pada masa sekarang dan masa depan selalu mempertimbangkan serta mengambil hikmah perjalanan sejarahnya dan kebutuhan masayarakat, khususnya umat Islam, akan tenaga akademisi muslim dalam berbagai bidang studi yang berakhlaq mulia, cakap, dan percaya diri. Kebutuhan tersebut dari waktu ke waktu kian meningkat.

Di dalam pendidikan yang berlangsung seumur hidup, IAINU Kebumen memberikan kesempatan bagi perkembangan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, khususnya umat Islam dalam berbagai bidang , sehingga IAINU Kebumen memandang perlu untuk menyelenggarakan pendidikan yang tepat guna dan berhasil guna baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang. Sebagai konsekuensi logisnya, maka isi pendidikan yang disajikan perlu mempunyai wawasan yang luas bersifat luwes dan dapat menjangku kegunaan pada masa-masa mendatang.

Kerjasama IAINU Kebumen dengan Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan, Pemuda dan Olah raga merupakan suatu keharusan. Di samping kerjasama dengan pemerintah, IAINU Kebumen juga menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga non Pemerintah baik dalam maupun luar negeri, dan lebih penting lagi menjalin hubungan kerjasama antar Perguruan Tinggi Negeri yang terdekat, yaitu UIN Sunan Kali jaga Yogyakarta, Institut Agama Islam Negeri  Purwokerto, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Nusantara Bandung dll.

Berpijak pada perannya di atas, maka IAINU Kebumen bertugas dan berkewajiban menyelenggarakan pendidikan dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku dan tuntutan umat Islam.

Dalam wujudnya yang konkrit, IAINU Kebumen bertugas dan berkewajiban untuk mewujudkan tujuan institusionalnya, yaitu menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang :

  1. Mempunyai kemampuan akademik dan/atau profesional yang berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian Islam dan NU.
  2. Mempunyai semangat untuk mengabdi dan berpartisipasi dalam pembanguan nasional.
  3. Mempunyai sikap mandiri, terbuka, dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan, khususnya yang berkaitan dengan bidang studinya.

Untuk dapat melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, IAINU Kebumen mempunyai fungsi:

  1. Menyelengarakan proses belajar mengajar pada tingkat pendidikan tinggi.
  2. Menyelenggarakan penelitian dalam rangka pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, seni, dan ke-Nahdlatul ‘Ulama’-an.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat.
  4. Menyelenggarakan pembinaan civitas akademika, dalam lingkungan dan suasana ke-Islaman.
  5. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan administrasi.

 

  1. Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai oleh IAINU Kebumen sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berorientasi kepada kebutuhan pembangunan dan pembinaan umat Islam, yaitu menghasilkan:

  1. Lulusan dalam berbagai bidang keahlian, dalam berbagai disiplin ilmu bidang.
  2. Lulusan S1 dengan ciri-ciri kemampuan :
  • `Menerapkan pengetahuan yang menyangkut profesi atau bidang keilmuannya ke dalam kegiatan produktif dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Mengikuti perkembangan bidang profesi atau bidang ilmu melalui studi kepustakaan dan empirik.
  • Memberikan dharma bhaktinya bagi kemaslahatan Islam ala ahli al sunnah wa al jama’ah.

 

II.  DASAR PERENCANAAN

 

  1. Visi, Misi dan Tujuan fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen

Visi fakultas Tarbiyah  IAINU Kebumen adalah Unggul dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam yang Cakap Bersahaja Pada Tahun 2020”.Pengertian unggul (excellence) memiliki makna substantif yang bernilai competitiveness tinggi. Keunggulan fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen akan dibangun kerangka akademik yang bersifat substansial dan dapat dikompetisikan baik pada ranah regional dan nasional. Dimensi keunggulan yang dikembangkan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen mengarah kepada lima pilar keunggulan yakni: (a) pendidikan; (b) penelitian; (c) pengabdian kepada masyarakat; (d) kemahasiswaan; dan (e) kelembagaan. Setiap pilar didorong untuk memiliki keunggulan spesifik sehingga memiliki nilai competitiveness yang tinggi. Cakap Bersahaja merupakan karakter distingtif yang dimiliki oleh Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama. Cakap berarti mampu dan berkompeten. Dalam hal ini, para mahasiswa dan alumni haruslah memiliki kemampuan dalam bidang studi dan memiliki kompetensi secara profesional dalam bidangnya. Sedangkan bersahaja berarti para mahasisiswa dan alumni memiliki sikap kerendahan hati dan kesederhanaan sebagai bagian penting olah jiwa.

Adapun Misi Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen :

  • Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran berbasis transformatif untuk menghasilkan lulusan yang Cakap Bersahaja.
  • Mengembangkan kerjasama dengan berbagai lembaga dalam skala regional, nasional, dan internasional.
  • Mewujudkan tata kelola kelembagaan yang efektif dan berbasis mutu.
  • Meningkatkan produksi penelitian untuk pengembangan ilmu serta menggali dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal berwawasan inklusif
  • Menyelenggarakan pengabdian yang bermanfaat untuk penguatan civic Islam.

Tujuan Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen:

  • Menghasilkan lulusan yang unggul dalam keislaman, keilmuan,dan pengalamanmanajerial serta memiliki karakter cakap bersahaja.
  • Terbangunnya kerjasama dengan berbagai lembaga dalam skala regional, nasional dan internasional.
  • Terbangunnya lembaga yang sehat, efektif dan memiliki tata kelola yang berbasis mutu.
  • Menghasilkan lulusan yang profesional dengan responsibilitas dan kemampuan problem solving yang tinggi.
  • Munculnya lulusan yang memiliki kemampuan dalam riset dan menghasilkan karya akademik.

 

Sasaran Mutu:

  • Karya penelitian dan keilmuan minimal 80 %
  • Karya ilmiah edukatif yang dipublikasikan 20 pertahun
  • Karya ilmiah staf edukatif yang dipublikasikan International 5 Pertahun
  • Lulusan berkarya di masyarakat sesuai bidang keahlian minimal 80 %;
  • Tepat waktu studi minimal 80 %;
  • Lulusan mampu berkomunikasi global;
  • Lulusan mampu aplikasi teknologi informasi.

Realisasi tahapan pencapaian sasaran akan mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2020 adalah sebagai berikut.

Tabel.

No Sasaran Tahun
2014 2015 2017 2019 2020
1 Karya penelitian dan keilmuan minimal 80 % 5% 10% 40% 60% 80%
2 Karya ilmiah edukatif yang dipublikasikan 20 Pertahun 3 5 10 15 20
3 Karya ilmiah staf edukatif yang dipublikasikan International 6 Pertahun 0 0 2 3 5
4 Lulusan berkarya di masyarakat sesuai bidang keahlian dalam minimal 85 %; 70% 75% 80% 83% 85%
5 Tepat waktu studi minimal 100 %; 70% 75% 85% 90% 100%
6 Lulusan mampu berkomunikasi global (TOEFL score minimal 400 minimal 80 % ; 5% 10% 30% 60% 70%
7 Lulusan mampu aplikasi teknologi informasi. 50% 50% 60% 80% 100%

 

Sedangkan sasaran lain, yaitu:

  • Pada tahun 2016 semester pertama kurikulum program studi-program studi d fakultas Tarbiyah dengan kekhasan tertentu (distinction), keunggulan (excellence) dan keahlian (expert) dan karya ilmiah serta kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan rata-rata sebanyak 75% dari jumlah pertemuan.
  • Pada tahun 2017 Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen menjadi fakultas favorit bagi masyarakat di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya.
  • Pada tahun 2017 mampu bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri
  • Pada tahun 2018 mahasiswa mampu mengirimkan tulisan ke jurnal nasional.

Pada tahun 2020 memiliki jurnal kampus terakreditasi.

 

Strategi pencapaian visi, misi dan tujuan dilakukan :

  • Melibatkan pakar (expert judgement) dan praktisi Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen dalam merumuskan kurikulum.
  • Mengimplementasikan kegiatan perkuliahan dengan pendekatan Student of University of Centered Learning yang didukung dengan berbagai fasilitas seperti akses internet gratis (free hotspot area), media pembelajaran berbasis IT, dan perpustakaan yang representatif.
  • Penguatan sistem informasi akademik melalui SIAKAD
  • Memberikan penghargaan (reward) hasil penelitian dosen dan mahasiswa melalui alokasi anggaran yang memadai.
  • Melakukan pengembangan jaringan kerjasama nasional dan internasional.
  • Pengembangan akses perpustakaan on line.
  • Optimalisasi peran penjamin mutu dalam control pencapaian kualitas input, process, output,outcome fakultas.
  • Penguatan budaya akademik melalui public lecture, call papper, visiting research dan English day.
  • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait dalam upaya pengembangan mutu akademik.

 

III.  rencana Pengembangan

 

  1. Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran

Pengembangan bidang akademik direncanakan dalam bentuk proses peningkatan mutu kegiatan kependidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan baik di dalam  mau pun di luar kelas, secara formal mau pun informal. Rencana pengembangan akademik berlandaskan pada visi dan misi fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen meliputi bidang pendidikan-pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki relevansi dengan kebutuhan stakeholders. Proses tersebut ditunjang oleh perencanaan pengembangan kualitas kemampuan mendidik-mengajar dan peningkatan jenjang pendidikan para siswa. Rencana pengembangan akademik tersebut meliputi:

 

  1. Rencana Pengembangan Kurikulum Fakultas

Kurikulum dalam hal ini merupakan semua yang secara nyata terjadi dalam proses kependidikan dan pembelajaran di fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen, dalam berbagai bentuk penyajian mata kuliah:

  1. Setiap mata kuliah dalam setiap program studi, secara dinamis harus mengandung pendidikan rohani dan hati sebagai penanaman dan pengembangan aqidah dalam mewujudkan atmosfir perilaku keislaman dan keilmuan.
  2. Mata kuliah disampaikan dalam paradigma bahwa pembelajaran menjadikan mahasiswa sebagai subjek didik dan ajar yang memiliki kebebasan berekspresi.
  3. Setiap mata kuliah harus memiliki relevansi dengan cara hidup dalam arti mahasiswa dapat memperoleh nilai-nilai akhlak, sehingga memiliki keyakinan dan kepampuan untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata.
  4. Setiap mata kuliah hendaknya dapat melatih mahasiswa mengembangkan rasa ingin tahunya, ingin tahu yang benar, sehingga mampu merasakan kenikmatan dalam mempelajari dan mengembangkan IPTEKS.
  5. Setiap mata kuliah yang disajikan harus dikemas penyampaiannya (silabus) sedemikian rupa sehingga terasa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Bahwa menuntut ilmu berarti belajar dan melatih diri untuk berpikir, berinteraksi dan berbuat secara sistematis, logis, rasional, terencana dan teliti, yang akan membuahkan manusia pekerja-keras yang kreatif dan inovatif yang mempunyai daya saing yang tinggi.
  6. Setiap mata kuliah harus mengandung motivasi bagi mahasiswa untuk menguasai bahasa asing. Karena dengan penguasaan bahasa asing mahasiswa dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di luar negeri lebih cepat dan mudah.

 

  1. Rencana Pengembangan Sumber Daya Dosen

Kurikulum yang telah dirancang secara tepat sesuai dengan keberadaan mahasiswa akan menghasilkan lulusan yang kompetitif dalam dunia kerja, akan selalu dikaitkan dengan peningkatan mutu para dosen yang bertugas menyampaikan. Dosen dapat dikatakan sebagai struktur determinan dalam mengembangkan potensi mahasiswa dalam mendekati tujuan pendidikan, karena itu mutu sumber daya dosen perlu direncanakan pengembangannya agar para dosen berkemampuan untuk:

  1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan perhatian terhadap mutu potensi (intelektual, emosi, keterampilan) mahasiswa melalui berbagai cara seperti: pengamatan, wawancara, angket dan lain-lain.
  2. Membantu mahasiswa mengembangkan potensi yang baik (positif) serta memberi arahan dalam menghilangkan pembawaan atau kebiasaan mahasiswa yang kurang baik.
  3. Menginformasikan, memperlihatkan kepada mahasiswa tentang berbagai peran atau tugas orang dewasa dalam keluarga, lembaga tempat bekerja dan masyarakat dengan berbagai bidang keahlian, keterampilan agar mahasiswa memilih sesuai dengan minat dan bakat mereka.
  4. Memperhatikan perkembanagan potensi mahasiswa untuk mengetahui apakah minat dan bakat mereka telah tersalurkan dengan baik atau sebaliknya.
  5. Memberikan wawasan dan bimbingan terutama ketika mahasiswa perwaliannya menemui kesulitan dalam pengembangan potensi mereka atau suasana belajar dan atau ketenangannya mengalami gangguan.
  6. Menyajikan setiap mata kuliah secara menarik, menyenangkan dan efektif, baik di dalam maupun di luar kelas.
  7. Meningkatkan keahlian sesuai dengan bidang ilmunya dan keterampilan dalam mengajarkannya melalui short-course, studi-lanjut, sehingga mampu mengembangkan logika dan rasionalitas mahasiswa.

 

  1. Rencana Pengembangan Perkuliahan Bermutu

Perkuliahan bermutu adalah proses yang terjadi dalam perencanaan, penyajian materi sebagai pelaksanaan perencanaan, termasuk kegiatan evaluasi  proses, produk dan unsur-unsur yang terlibat dalam upaya memenuhi kebutuhan stakeholders, baik  mahasiswa sebagai pelanggan primer, orang tua, pemerintah, lembaga sponsor, lembaga pendidikan , lembaga penelitian sebagai pelanggan sekunder, maupun pelanggan tersier seperti perusahaan, kewirausahaan dan dunia kerja yang lain. Untuk mewujudkan perkuliahan bermutu perguruan tinggi ini merencanakan:

  1. Menciptakan Sistem dan Proses Perkuliahan yang Korektif.

Mengupayakan terciptanya suatu sistem dan proses berdasarkan proses sirkuler PDCA (Plan – Do – Check – Act ) dalam perkuliahan. Dalam hal ini dosen harus membuat perencanaan perkuliahan, rencana penyajian serta pelaksanaan evaluasi. Berdasarkan evaluasi terhadap proses pembelajaran tersebut dosen harus melakukan perbaikan atau peningkatan mutu perkuliahan pada tahap (semester) berikutnya.

  1. Menciptakan Perkuliahan dengan Managemen Keberagaman.

Menciptakan ”managemen keberagaman” dalam menyikapi, memperlakukan keberadaan mahasiswa bersifat heterogen (perbedaan latar belakang sosial-budaya, daya tangkap pemahaman, kepribadian), pandangan dan sikap dosen, kelengkapan ruang kelas, lingkungan. Keberagaman merupakan suatu kewajaran, karena itu generalisasi perlu dihindari, peraturan harus memperhitungkan heterogenitas, kecermatan terhadap yang bersifat kasus atau gejala umum.

  1. Menciptakan Kemandirian Mahasiswa.

Melatih dan mengevaluasi keterampilan dosen dalam pengembangan kemandirian mahasiswa baik dalam berpikir, merasa dan bertindak. Dosen harus mengembangkan sikap demokratis, terbuka. Mengembangkan teknik diskusi, bekerja dan belajar mandiri, berprakarsa, berinovasi, berkreasi serta menciptakan situasi win-win.

  1. Menciptakan Managemen Berdasarkan Data.

Perkuliahan bermutu mempunyai prinsip utama  Management By Fact, jadi bukan Management By Objective. Karena itu dosen diharuskan mempunyai data kelas secara lengkap dari perencanaan sampai dengan evaluasi, sebagai dasar dalam menentukan langkah perbaikan mutu perkuliahan.

  1. Membuat Perencanaan Perkuliahan Bermutu.

Setiap dosen pengampu mata kuliah diharuskan membuat susunan materi perkuliahan untuk satu semester dan untuk setiap pertemuan berdasarkan kurikulum dan kebutuhan para pelanggan, tujuan, sarana pendukung, metode penyajian dan sistem evaluasi.

  1. Membuat Perencanaan Pelaksanaan Perkuliahan Bermutu.

Dalam penyajian materi kuliah dosen harus menyususn Satuan Acara Perkuliahan (SAP) serta menyajikan SAP tersebut di kelas. Dalam hal ini dosen harus betul-betul menyadari tentang fase-fase psikologis dalam belajar seperti fase : motivasi, pemerhatian, pemerolehan, penyimpanan, pengingatan, generalisasi, kinerja dan umpan balik.

  1. Merencanakan Evaluasi Untuk Peningkatan Mutu Perkuliahan.

Dosen harus mengevaluasi mahasiswa bukan hanya pada penguasaan materi yang disajikan seperti pada umumnya masih terjadi di setiap perguruan tinggi (menurut Management By Objective,  MBO, linier), tetapi harus menggunakan Management Mutu Terpadu (MMT, sirkuler) yang mempunyai tujuan untuk peningkatan dan pengendalian mutu. Evaluasi perkuliahan merupakan dasar usaha peningkatan mutu perkuliahan secara berkelanjutan, baik pada perencanaan, pelaksanaan maupun pada cara melakukan evaluasi. Evaluasi bisa dilakukan diri sendiri yakni evaluasi oleh mahasiswa atau dosen terhadap dirinya sendiri (pengevaluasi internal), di samping itu   dosen juga bisa  mengevaluasi mahasiswa, atau sebaliknya (pengevaluasi eksternal). Di samping itu evaluasi harus mempunyai standar untuk peningkatan mutu.

 

  1. Merencanakan Raw Input Mahasiswa dan Rasio Mahasiswa – Dosen
  2. Secara bertahap pengurangan beban dosen untuk berkonsentrasi dalam menjalankan peran dan tugas secara efektif perlu dikurangi sehingga mereka yang menjadi mahasiswa adalah mereka yang memenuhi standar yang telah ditetapkan dalam bentuk test masuk.
  3. Secara bertahap   mengurangi    heterogenitas  (keberagaman) mahasiswa  dalam satu kelas minimal dalam kemampuan intelektual atau kemampuan
  4. Pada program   studi   tertentu   secara   bertahap   dilakukan  upaya   pendekatan  pada rasio dosen-mahasiswa yang lebih ideal.
  5. Pengembangan Penelitian

Kegiatan penelitian merupakan salah satu cara untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. Pengembangan ilmu dan teknologi pada dasarnya ditujukan untuk mensejahterakan kehidupan manusia agar dapat menikmati kehidupannya secara selaras, seimbang, dan serasi dengan kemajuan ilmu dan teknologi itu sendiri. Dengan demikian penelitian akan dapat memberi arti dan sumbangan bagi upaya peningkatan kesejahteraan manusia.

  1. Ruang Lingkup Penelitian
  2. Penelitian pada dasarnya merupakan bagian integral yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa baik secara individual maupun kelompok. Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh staf dosen dari prodi, laboratorium, dan pusat-pusat/unit-unit
  3. Kegiatan penelitian yang dilakukan dosen-dosen diharapkan menghasilkan konsep, model, prototipe, pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan kelembagaan dan juga berorientasi pada produk yang relevan bagi pembangunan daerah dan nasional.
  4. Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen, laboratorium, dan pusat-pusat/unit-unit PS di Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen  dikoordinir oleh P3M dalam hal ini juga menjalankan fungsinya sebagai koordinator dan fasilitator kegiatan penelitian.
  5. Dalam upaya mewujudkan fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen menjadi “Real University“, Lembaga Penelitian diharapkan menjadi salah satu pemeran khususnya dalam menjalankan kegiatan dan keterpaduan penelitian dengan bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dalam hal ini harus dikembangkan pola keterkaitan antara kegiatan penelitian dengan pengabdian pada masyarakat termasuk pendidikan.

 

  1. Pengembangan Pengabdian Pada Masyarakat

Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kegiatan pengabdian yang ada di lingkungan fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen dalam melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, baik yang dilakukan oleh mahasiswa melalui KKN maupun oleh dosen. Kegiatan pengabdian lain dalam bentuk pendampingan, perintisan maupun pembinaan bekerjasama dengan lembaga/instansi lain baik pemerintah maupun sawasta.

Bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat melaksanakan dan mengkoordinasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh perguruan tinggi diartikan sebagai pengamalan IPTEKS  secara kelembagaan  melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat  yang membutuhkannya, dalam upaya mensukseskan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan cara memanfaatkan dan menerapkan hasil penelitian maupun hasil pendidikan perguruan tinggi.

 

  1. Pengembangan Kebudayaan

Pengembangan kebudayaan di lingkungan fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen diarahkan pada terciptanya budaya/etos kerja berdasarkan nilai-nilai Islam; mengembangkan budaya modern dalam konteks budaya yang produktif, efektif, efisien, dan dinamis dalam keragaman; melaksanakan interaksi budaya dalam taraf nasional dan internasional; mengembangakan lembaga kebudayaan yang kuat.

 

  1. Pengembangan Kerjasama dengan Pihak Lain

Untuk menjadikan fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen sebagai lembaga yang terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, maka diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam lingkup Internasional, nasional, dan regional/lokal.

 

  1. Internasional
  2. Mengembangkan kerjasama dalam bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian, publikasi ilmiah, dan pertukaran informasi ilmiah antara fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen dengan PT Luar Negeri.
  3. Mengembangkan kerjasama dengan pemerintah negara lain dalam kerangka pengembangan fakultas Tarbiyah IAINU sebagai suatu perguruan tinggi.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan organisasi non pemerintah lintas negara dalam kerangka pengembangan akademik.

 

  1. Nasional
  2. Mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah tingkat pusat dalam aktivitas yang saling menguntungkan.
  3. Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan lain, baik PTKIN, PTKIS, maupun PT Umum untuk meningkatkan sinergi pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan pusat-pusat pengembangan ilmu pengetahuan baik institusi pendidikan maupun institusi penelitian/ institusi pengembangan ilmu.
  5. Mengembangkan kerjasama dengan perusahaan nasional maupun multinasional yang ada di Indonesia yang saling menguntungkan.
  6. Mengembangkan kerjasama dengan organisasi non pemerintah lingkup nasional dalam kerangka pengembangan akademik.

 

  1. Regional/Lokal
  2. Mengembangkan kerjasama dengan instansi pemerintah propinsi dan kabupaten yang saling menguntungkan.
  3. Mengembangkan kerjasama dengan institusi pendidikan di tingkat regional maupun lokal.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan pusat pengembangan ilmu pengetahuan setempat.
  5. Mengembangkan kerjasama dengan perusahaan dan organisasi non pemerintah lingkup regional/lokal.

 

  1. Pengembangan Kemahasiswaan

Mahasiswa sebagai salah satu komponen sivitas akademika fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen  memiliki karakteristik heterogen, kedudukan dan fungsinya sangat strategis untuk dibina dan dikembangkan. Mereka sebagai Sumber Daya Manusia (SDM), yang potensial untuk ditingkatkan daya kreativitasnya agar kelak menjadi lulusan yang sesuai dengan tujuan diselenggarakan pendidikan di fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen dan tujuan Pendidikan Nasional. Untuk menuju ke sana perlu diupayakan suasana kampus yang kondusif dalam bentuk kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ektrakurikuler yang komprehensif.

Tujuan utama pelayanan akademik baik dalam bentuk kurikuler maupun kokurikuler ialah mengantarkan mahasiswa mencapai tingkat kesarjanaan, sedangkan pembinaan dan pengembangan mahasiswa dalam bentuk ektrakurikuler ialah mematangkan keperibadian mahasiswa sesuai dengan potensi yang dimiliki dan untuk melahirkan lulusan sesuai dengan cita-cita serta tujuan pendidikan di fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen.

 

IV.  RENCANA PENGEMBANGAN AKADEMIK

 

  1. Bidang Pendidikan
  2. Sistem Pendidikan

Fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen melaksankan jenjang program pendidikan sarjana (S-1) dengan sistim kredit semester (sks) yang beban kredit masing-masing sebesar 148 SKS. Keadaan Mahasiswa dan dosen adalah sebagai berikut:

ð   Keadaan mahasiswa:

TahunAkademik DayaTampung JumlahCalon Mahasiswa Reguler Jumlah MahasiswaBaru Jumlah Total Mahasiswa Jumlah Lulusan
IkutSeleksi Lulus Seleksi Regular bukan Transfer Transfer(3) Regulerbukan Transfer Transfer(3) Regulerbukan Transfer
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
TS-4 400 450 384 384 384 316
TS-3 250 300 232 232 616 213
TS-2 250 300 237 237 853 219
TS-1 200 300 212 212 1065 384
TS(2014) 200 250 185 185 1250 232
Jumlah 1300 1600 1250 1250 4168

ð   Keadaan dosen tahun 2014/2015 (Dosen Tetap) :

Doktor                                                     :              0

Magister                                                   :            34

Sarjana                                                    :              0

  1. Masalah Pendidikan

Masalah pendidikan meliputi aspek kurikulum pada umumnya, keadaan mahasiswa dan dosen pada khususnya, serta aspek kendali mutu akademik.

  1. Kurikulum :
  • Belum sempurnanya penyusunan tujuan pengajaran (tujuan instrusional umum dan tujuan instrusional khusus) yang jelas dan terinci.
  • Penyelanggaraan bidang studi/mata kuliah belum terlaksana sempurna sesuai dengan silabi, isi dan metodenya.
  • Penerapan kurikulum yang menekankan pada profesionalisme masih kurang mantap.
  • Belum tersedianya mata kuliah pilihan yang luas.
  • Sistem evaluasi dan bimbingan studi belum dilaksanakan sesuai dengan pedoman yang telah ada.
  • Belum terpenuhinya sarana pengajaran yang ideal baik berupa kepustakaan maupun laboratorium PS.
  • Belum mantapnya pelaksanaan kuliah kerja lapangan yang disebabkan oleh :
    • Terbatasnya kesempatan para mahasiswa untuk mengadakan kuliah kerja nyata..
    • Jumlah dosen pembimbing yang terbatas.
  1. Keadaan Dosen

Masalah yang dihadapi sehubungan dengan keadaan dosen adalah jumlah dosen yang memiliki PAK. Dari jumlah dosen tetap sejumlah 34 yang mempunyai PAK baru sejumlah 14 Penambahan  jumlah dosen PAK terhambat oleh aturan kopertais yang mewajibkan minimal dua tahun masa kerja . Di samping hal tersebut peningkatan mutu dan peningkatan produktivitas dosen juga merupakan masalah tersendiri. Peningkatan mutu dosen melalui program-program pendidikan formal dan informal sering terhambat karena disamping terbatasnya dana internal juga semakin kompetitifnya menembus dana- dana sponsorsip , hal tersebut juga ditambah oleh kesiapan dosen yang belum memadai dalam melakukan penelitian dll.

Masalah lain ialah hal-hal yang menyangkut insentif (material maupun non material) kepada dosen yang masih jauh dari kata cukup. Hal ini berkaitan dengan terbatasnya dana yang dimiliki oleh fakultas.

  1. Keadaan Mahasiswa

Keadaan mahasiswa tidak saja dilihat dari segi jumlahnya akan tetapi juga latar belakang yang mempengaruhi perkembangannya.  Sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan mutu lulusan, maka sejak tahun 2014 yang lalu telah diambil kebijakan bahwa jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahunnya maksimal adalah 500. Namun demikian yang menjadi masalah ialah bagaimana meningkatkan prosentase (jumlah) lulusan per semester dengan memperhitungkan keseimbangan jumlah mahasiswa yang terdaftar dengan jumlah mahasiswa yang lulus dengan tanpa mengorbankan mutunya.

 

  1. Pengembangan Pendidikan
    1. Pengembangan jurusan dan strata
  • Tujuan pengembangan :
  • Memantapkan program studi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang berorientasi pada lapangan kerja yang tersedia.
  • Menambah program studi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang berorientasi pada lapangan kerja yang tersedia.

 

 

 

  • Sasaran :
  • Jangka Pendek (5 Tahun) :

Semua program studi yang ada diharapkan cukup relevan dengan kebutuhan mahasiswa/masyarakat dan tuntutan kebutuhan tenaga kerja. Jumlah dosen tersebut disediakan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi fakultas Tarbiyah IAINU Kebumen.

  • Jangka Panjang (10 tahun) :

Merupakan kelanjutan dari sasaran jangka pendek. Peningkatan program studi lebih disempurnakan dan dititik beratkan kepada kebutuhan masyarakat akan tenaga sarjana, serta pembangunan.

  1. Pengembangan Kurikulum
  • Tujuan Pengembangan :

Memantapkan dan mengembangkan materi, struktur organisasi dan strategi kurikulum program  S-1.

  • Sasaran :
    • Terwujudnya keseimbangan komposisi komponen-komponen dalam kurikulum.
    • Tersusunnya Tujuan Instruksional Umum/Tujuan Instruksional Khusus, serta stabilnya untuk tiap program dan strata yang lebih mantap.
    • Terlaksananya model-model pendekatan intern dan antar disiplin ilmu secara luwes dan luas tanpa mengurangi disiplin yang diambil/digarap dalam jurusan maupun program studi.
    • Terlaksananya system evaluasi dan bimbingan studi dengan pedoman yang telah ditetapkan.
    • Tersedianya sarana penunjang untuk melaksanakan metode pengajaran sesuai dengan kurikulum.
    • Terwujudnya sistem seleksi penerimaan calon mahasiswa sesuai dengan program studi yang ada.

 

 

 

  1. Pengembangan Mahasiswa
  • Tujuan Pengembangan :
  • Meningkatkan jumlah dan kualitas calon mahasiswa yang diterima.
  • Meningkatkan produktivitas pendidikan.
  • Sasaran :

Pada lima tahun kedepan diproyeksikan jumlah mahasiswa yang diterima stabil.  Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu lulusan.  Dengan jumlah yang diterima, maka akan mempermudah penyusunan perencanaan dan upaya untuk meningkatkan mutu akademik.  Rata-rata lama studi 4 tahun dan terus diusahakan makin mendekati ketepatan waktunya (4 tahun).

 

  1. Pengembangan Tenaga Edukatif
  • Tujuan Pengembangan :
  • Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga edukatif secara keseluruhan
  • Meningkatkan jumlah tenaga dosen yang berpangkat tinggi (Lektor – Guru Besar)
  • Meningkatkan jumlah tenaga dosen yang berpangkat tinggi (Doktor).

 

  • Sasaran :
  • Dalam jangka pendek diharapkan ada peningkatan kenaikan pangkat dosen dan memberi kesempatan tugas belajar pada dosen. Diharapkan dalam jangka panjang fakultas Tarbiyah IAINU mempunyai perbandingan tenaga edukatif berpangkat Guru Besar, Lektor Kepala, Lektor dan Asisten Ahli = 1 : 3 : 4 : 4
  • Pengembangan staf inti (kelompok pengajar) sesuai dengan jurusan/program studi yang ada atau jenis disiplin yang dikembangkan.

 

 

 

 

 

  1. Bidang Penelitian
  2. Pembinaan Penelitian

Penelitian yang dihasilkan selama ini dilakukan atas usaha IAINU sendiri dan melalui kerja sama dengan Kementrian  Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian  Agama serta lembaga lain. Pembinaan secara institusional dilakukan melalui tim atau kelompok-kelompok peneliti yang tenaganya juga merupakan kelompok dari jurusan yang ada. Kelompok-kelompok peneliti tersebut pembinaan maupun pengembangannya dilakukan lewat wadah Pusat Penelitian. Kecuali dilakukan oleh para staf pengajar, penelitian yang diselenggarakan di IAINU senantiasa melibatkan para mahasiswa.

 

  1. Masalah yang dihadapi didalam pembinaan penelitian

Masalah yang dihadapi fakultas Tarbiyah IAINU dalam pembinaan penelitian ada beberapa faktor antara lain masih terbatasnya dana penelitian yang mampu disediakan oleh pihak fakultas Tarbiyah IAINU. Disamping itu juga karena masih banyak dosen  yang belum memiliki jam terbang dalam bidang penelitian

 

  1. Konsep Pengembangan Penelitian
    1. Program : Pengembangan :

Penelitian diarahkan kepada pengembangan program studi yang ada atau yang sedang dipersiapkan adanya.

  1. Tenaga :

Lebih banyak mendorong dan memberikan kesempatan kepada para peneliti, pengajar dan para mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan penelitian. Disamping itu juga terus dilakukan usaha untuk meningkatkan kecakapan dan keterampilan mereka sebagai pelaksana penelitian.

  1. Sarana :

Penyediaan sarana penunjang yang memadai untuk kegiatan penelitian seperti laboratorium, alat-alat peraga, dan fasilitas transportasi.

 

 

  1. Bidang Pengabdian Pada Masyarakat
  2. Pembinaan Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat

Pembinaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah mendapat dukungan dan bantuan dari instansi pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah. Sampai saat ini telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan bakti sosial, dan KKN terutama yang berhubungan dengan kegiatan pembangunan di beberapa daerah di Kebumen, Banyumas,  Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo  dan Purbalingga.

 

  1. Konsep Pengembangan

Pengembangan pengabdian kepada masyarakat yang dikoordinasikan  melalui P3M, diharapkan dapat mendukung kegiatan yang ada dengan lebih efektif dan efisien, berkesinambungan dan evaluasinya dapat dilaksanakan secara baku dan teratur.

 

  1. Bidang Kemahasiswaan
  2. Pembinaan Kemahasiswaan

Kegiatan pembinaan kemahasiswaan yang dilakukan meliputi :

  1. Pembinaan sikap dan kegiatan mahasiswa.
    • Pembinaan sikap mental dan orientasi mahasiswa. Disamping itu penalaran mahasiswa dikembangkan guna membentuk sikap dan orientasi ilmiah, serta insan cendekiawan yang mantap dikelak kemudian hari, yaitu dengan jalan menyelenggarakan seminar-seminar ilmiah, diskusi, panel, riset dan sebagainya yang bertemakan masalah-masalah sosial, keagamaan maupun masalah lain baik yang dihadapi pada dewasa ini maupun yang akan datang. Pembinaan kemahasiswaan itu juga untuk mempersiapkan sikap dan perilaku profesional yang ditekuni para mahasiswa, khususnya yang dibidang yang berhubungan dengan disiplin ilmunya. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa akan memiliki daya tanggap dan kepekaan serta orientasi yang cukup tinggi terhadap masalah-masalah keilmuan, kemasyarakatan dan keagamaan maupun dalam berbagai bidang studi yang berkembang dewasa ini.
    • Pembinaan aspek sosio budaya keterampilan mahasiswa. Pengembangan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan generasi muda pada umumnya amat diperlukan, baik pada peringkat lokal, nasional, regional maupun internasional. Seperti misalnya mengikutsertakan para mahasiswa dalam program pertukaran pemuda dan mahasiswa ASEAN, atau pada ruang lingkup internasional. Dengan demikian para mahasiswa akan lebih banyak mengenal lingkungan sosial budaya diluar dirinya dan kemudian membandingkan dengan lingkungan sosial dalam dirinya, serta mampu mengidentifikasi lingkungan sosial budaya masing-masing. Hal ini merupakan wahana yang paling tepat untuk menampilkan dan menunjukkan kreatifitas serta ketrampilan mereka dibidang seni dan budaya kepada dunia luar. Akhirnya kegiatan tersebut akan menciptakan cakrawala pemikiran dan pandangan yang cukup luas bagi para mahasiswa.
    • Pembinaan kelembagaan kreativitas mahasiswa. Kegiatan-kegiatan mahasiswa diluar perkuliahan dan praktikum mutlak memerlukan dukungan, pembinaan dan bimbingan.
    • Pembinaan kegiatan penunjang, berupa pengembangan kegiatan karya inovatif produktif, pameran karya ilmiah, pameran alat-alat peraga, pengembangan prestasi dalam kegiatan olah raga dan seni budaya baik pada peringkat lokal maupun nasional.
  2. Pembinaan Kesejahteraan Mahasiswa.
  • Meningkatkan pelayanan kebutuhan dasar mahasiswa yang meliputi koperasi mahasiswa, poliklinik mahasiswa, pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang berprestasi dan sebagainya.
  • Meningkatkan pelayanan kebutuhan pengembangan pribadi mahasiswa yang telah ditempuh lewat bimbingan dan konseling bagi mahasiswa, himpunan mahasiswa pecinta alam, kemah kerja, olah raga, outbond, study wisata, kesenian dan sebagainya.

 

 

  1. Konsep Pengembangan

Pembinaan kemahasiswaan merupakan salah satu faktor pengembangan bidang pendidikan di Indonesia. Hal ini secara jelas dikemukakan dalam undang- undang bahwa pembangunan di bidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara Pancasila dan diarahkan untuk “meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, cerdas dan trampil serta sehat jasmani dan rohani.

Sedangkan tujuan pembinaan kemahasiswaan pada umumnya tidak akan terlepas dari kebijaksanaan dasar pengembangan Pendidikan Tinggi, yang telah menetapkan arah pembinaan sebagai berikut : “Mendidik mahasiswa agar mampu meningkatkan daya penalaran, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa dan negara”.

Sejalan dengan kebijakan pendidikan yang tercantum dalam undang-undang  itu, kebijaksanaan dasar pengembangan Pendidikan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka usaha pembinaan mahasiswa IAINU ditujukan kepada pemantapan dan pematangan generasi muda dan mahasiswa dalam kehidupan masa mendatang yang lebih rasional. Secara lebih konkrit, bertujuan membentuk manusia susila yang cakap, trampil, kreatif, ahli dalam bidangnya, memiliki karakter yang bias dipertanggung jawabkan dan mampu mengembangkan sumber-sumber ilmu pengetahuan dan teknologi serta penuh pengabdian kepada nusa dan bangsa, negara dan agama.

 

  1. Bidang Kerumahtanggaan
  2. Organisasi
  3. Unsur Pimpinan : Dekan ;
  4. Unsur Pelaksana Akademik : Program Studi, Pusat Penelitian, dan Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat;
  5. Unsur Pelaksana Administrasi : Biro Administrasi Umum (BAU), Biro Administrasi Akademik (BAA), Biro Administrasi Kemahasiswaan (Biro MAWA),  dan Biro Administrasi Keuangan (BAK);
  6. Unsur Penunjang : Unit Pelaksana Teknis dan Badan-badan.
  7. Instalasi;
  8. Laboratorium/Studio.
  9. Konsep Pengembangan

Titik berat konsep pengembangan bidang kerumahtanggaan fakultas tarbiyah  IAINU meliputi bidang :

  1. Pengelolaan (management)
  2. Administrasi
  3. Pelayanan

Lebih konkrit meliputi aspek-aspek :

  • Pembinaan administrasi personalia, secara periodik dan rutin perlu dilakukan guna menambah pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
  • Peningkatan kemampuan administrasi pelayanan pendidikan/akademik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V.  RANGKUMAN AKADEMIK

 

  1. Rencana Pengembangan

Dengan berpedoman kepada penggarisan kebijaksanaan dasar sebagaimana telah diuraikan pada Bab I, fakultas Tarbiyah IAINU berketetapan untuk mengembangkan lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan manusia-manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta ikut bertanggung jawab kepada pencapaian cita-cita dan tujuan Pembangunan Nasional melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dengan demikian, fakultas Tarbiyah IAINU sebagai lembaga pendidikan tinggi akan mengutamakan pengembangan pendidikan profesi dalam berbagai bidang studi dengan tujuan pokoknya menghasilkan tenaga ahli dan sarjana terdidik yng terampil pada masing-masing program studi yang dipilihnya tanpa mengabaikan cita-cita utamanya sebagai manusia Indonesia yang bertanggung jawab kepada pembangunan negara dan bangsanya.

Berdasarkan sifat dan karakteristik pokok-pokok tersebut maka tujuan dasar dari fakultas Tarbiyah IAINU adalah membentuk “Manusia Indonesia seutuhnya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi”.

Untuk melaksanakan misi dan peranan itu, maka fakultas Tarbiyah IAINU menetapkan langkah-langkah pokok yang akan digunakan sebagai ciri dasar dari pendidikan yang akan dikembangkan:

  1. Mengembangkan pendidikan yang orientasi utamanya diletakkan kepada kebutuhan pembangunan masa kini dan masa yang akan datang.
  2. Melakukan penelitian dan menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat tidak saja bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga untuk kepentingan pembangunan.
  3. Berperan serta di dalam kegiatan pembangunan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kebijakan Dasar Pengembangan Pendidikan Tinggi pada pokoknya telah menggariskan bahwa arah pendidikan tinggi di Indonesia ditujukan untuk mengembangkan sistem pendidikan yang tunggal. Ini berarti bahwa pendidikan tinggi di Indonesia haruslah mencakup seluruh lembaga-lembaga perguruan tinggi negeri dan swasta. Sedangkan strategi pengembangan menuju ke arah itu semestinya disusun dengan memperhatikan pelaksanaan dan perkembangan pendidikan dari lembaga-lembaga perguruan tinggi yang ada. Oleh sebab itu, kerjasama antar perguruan tinggi negeri maupun swasta seyogianya diupayakan secara maksimal.

Sejalan dengan pemikiran di atas, maka di dalam mengembangkan serta melaksanakan misi dan peranannya, fakultas Tarbiyah IAINU akan senantiasa mengupayakan terciptanya kerjasama yang baik diantara perguruan tinggi negeri dan swasta, baik yang berada di sekitar Jawa tengah maupun yang berada di Indonesia. Hubungan kerjasama ini pada dasarnya akan dikembangkan serta diarahkan kepada usaha untuk mencapai sistem pendidikan tinggi yang tunggal, dengan tanpa mengurangi potensi yang dimiliki IAINU untuk mencapai kemampuan berkembang secara mandiri.

Dalam menyusun konsep kegiatan yang akan dikembangkan oleh fakultas Tarbiyah IAINU, perlu pula diperhitungkan tentang arah dan tujuan perkembangan yang sedang dan akan dicapai, baik itu yang terdapat dalam lingkungan internal maupun eksternal. Karena itu diperlukan rancangan (design) yang lebih berorientasi kepada pengelolaan  secara menyeluruh dan tidak hanya memperhitungkan hasil akhir saja tapi juga memperhitungkan prosesnya.  Ini berarti semua unsur yang berkaitan dengan masukan (input), proses (throughtput), dan keluaran (output), harus diberi tempat dan perhatian secara proporsional dan memadai.

Satu yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah bahwa proses perkembangan ke arah bentuk yang kian komplek, yaitu masing-masing bagian terspesialisasi, sehingga perlu diimbangi  dengan usaha integrasi dan konsolidasi. Tindakan ini penting untuk tetap diperhatikan  agar perkembangan yang sedang berlangusng dapat tetap dikendalikan dan diarahkan kepada tujuan perencanaan yang telah digariskan.

Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Induk Perbaikan Keadaan Perguruan Tinggi sebagaimana yang dituangkan dalam Kategori Program Utama, maka secara lebih khusus fakultas Tarbiyah IAINU menetapkan kegiatan-kegiatan pokok yang membidangi:

  1. Bidang Pendidikan:
  2. Bidang Penelitian; dan
  3. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat.

 

  1. Bidang Pendidikan
  2. Peningkatan Sarana dan Prasarana melalui:
    • Membangun teaching hospital yang diharapkan akan selesai pada Tahun 2020.
    • Optimasi penggunaan sarana dan fasilitas pendidikan yang ada di kampus dengan cara pengaturan sistem manajemennya.
    • Peningkatan status akreditasi, terutama yang masih memiliki nilai “C”.
  3. Peningkatan Produktivitas melalui :
  • Penyempurnaan kurikulum dengan mengacu pada pelaksanaan perpres No 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang mengacu pada capaian pembelajaran lulusan.
  • Peyempurnaan tujuan, metode, teknik dan evaluasi pengajaran untuk mendorong oto aktivitas mahasiswa melalui proses belajar mengajar yang bersifat dua arah;
  • Pemantapan dan pengembangan materi, struktur organisasi dan strategi kurikulum program pendidikan Strata 1 dengan cara:
  • Menciptakan keseimbangan komposisi berbagai komponen dalam kurikulum
  • Menyusun tujuan Instruksional Umum/tujuan Instruksional khusus, silabi dan diskripsi untuk seluruh mata kuliah di setiap Program studi dan strata pendidikan.
    • Penciptaan iklim belajar mengajar yang menunjang terlaksanya masyarakat akademis di lingkungan kampus.
    • Peningkatan relevansi pendidikan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat; dan
    • Peningkatan jumlah lulusan hingga mencapai sekurang-kurangnya 7% pertahun dengan tanpa mengabaikan mutu lulusannya.

 

 

  1. Pengembangan Kapasitas Sistem Pendidikan melalui :
  • pengembangan staf akademika yang ditekankan pada jumlah, jenis dan mutu serta komposisi dan rasio yang memadai.
  • peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan serta pengembangan secara gradual jumlah, jenis dan mutu staf pengajar.
  • penyempurnaan proses manajemen pendidikan yang meliputi administrasi umum, administrasi kepegawaian dan administrasi keuangan.
  • pengembangan sumber-sumber finansial dengan cara melakukan diversifikasi sumber dari berbagai pihak yang sifatnya tidak mengikat; dan
  • pengembangan kampus dan fasilitas lainnya seperti perpustakaan digital, laboratorium/studio beserta kelengkapannya.

 

  1. Bidang Penelitian
  2. Peningkatan dan Pengembangan kegiatan Penelitian melalui:
  • Pembentukan Staf Inti Peneliti dari berbagai disiplin yang penting dan relevan bagi program studi yang ada ;
  • Penataran dan pemberian latihan-latihan penelitian pada staf peneliti/pengajar muda dengan tanpa mengabaikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi keikutsertaan mahasiswa.
  • Pembekalan tentang latar belakang masalah penelitian yang perlu diteliti utamanya dalam lapangan studi yang ada di fakultas maupun program studi.
  1. Peningkatan dan Pendayagunaan Potensi Penelitian melalui:
  • Peningkatan kemampuan penelitian dengan mengutamakan dimensi pendidikan dan penelitian terapan yang menunjang usaha pembangunan
  • Peningkatan penyediaan sumber dana penelitian
  • Peningkatan hubungan kerjasama dengan lembaga lain; dan
  • Simplifikasi prosedur administrasi penelitian

 

  1. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat
    1. Pengembangan fakultas Tarbiyah IAINU sebagai unsur penunjang Pembangunan Nasional dan Pembangunan Regional melalui :
      • Peningkatan kemampuan pengabdian kepada masyarakat dari seluruh sivitas akademika khususnya oleh staf pengajar/ dosen dan mahasiswa.
      • Pengembangan kelembagaan pengabdian kepada masyarakat terutama dengan menenkankan kepada aspek keilmuan dari bidang-bidang studi yang ada.
      • Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang menunjang pembangunan masyarakat.
      • Peningkatan relevansi pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan maupun kebutuhan masyarakat, dan penyempurnaan/pembaharuan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
    2. Pengarahan dan peningkatan Pengabdian Kepada Masyarakat secara tepat guna dan efektif melalui :
      • Kegiatan pelayanan masyarakat dengan penekanan pada kegiatan penyuluhan pembangunan dan da’wah ;
      • Kegiatan pendidikan masyarakat dengan penekanan pada bidang-bidang studi yang ada.

 

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas pada pokoknya merupkan kegiatan yang berkaitan satu sama lain dan karenanya dilaksanakan secara terpadu. Hal ini berarti bahwa pengembangan pada bidang tertentu akan senantiasa memperhatikan hasil pengembangan pada bidang yang lain. Selain itu pelaksanaan atas kegiatan-kegiatannya, sedikit atau banyak akan ditentukan juga oleh kebutuhan dan kemampuan dari lembaga. Oleh sebab itu, dirasa perlu sedini mungkin mengadakan penelaahan  ke depan, agar dengan demikian IAINU menentapkan skala prioritas pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan tersebut.

Menyadari bahwa untuk tercapainya pengembangan kegiatan-kegiatan itu secara maksimal diperlukan adanya saling keterpaduan dari berbagai unsur pelaksanaan, maka masing-masing unsur/bagiannya merupakan kesatuan yang saling berinteraksi, berinterpedensi dan beriterrelasi.

Dalam pengertian itu maka seluruh unsur sivitas akademika yang terdiri dari dosen, mahasiswa karyawan dan alumni perlu diikutsertakan secara aktif untuk upaya pencapaian kegiatan sebagaimana yang dimaksud dalam konsep pengembangan, baik perorangan, maupun secara bersama-sama, semua unsur sivitas akademika senantiasa dibina dan diarahkan semaksimal mungkin bagi keberhasilan kebijakan tersebut.

 

  1. Tata Ruang, Letak dan Pola Pengembangan
  1. Tata ruang, letak dan Pola Pengembangan direncanakan berdasarkan azas:
  2. Kampus harus dibangun pada satu lokasi.
  3. Pembangunan ruangan diarahkan pada bentuk kesatuan-kesatuan yang memungkinkan pemakaian ganda (multi purpose/resource sharing).
  4. Alokasi Ruangan
  5. Ruang fasilitas pimpinan dan pembantu pimpinan seluas 400 m2.
  6. Ruang fasilitas pelaksana 1500 m2.
  • Klasifikasi = 1,5 m2/mahasiswa
  • laboratorium             = 2,5 m2/mahasiswa

VI.  RENCANA BIAYA

Kemampuan keuangan yang ada, menunjukkan bahwa fakultas Tarbiyah IAINU dapat mengembangkan diri walaupun menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Dengan demikian keterbatasan tersedianya biaya, fakultas Tarbiyah IAINU berusaha mencapai apa yang telah dikemukakan dalam bab perencanaan. Pembiayaan pendidikan termasuk kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan lainnya sampai saat ini dapat berjalan dengan baik.

Namun disamping itu harus diakui bahwa ditinjau dari segi sumber pembiayaan, IAINU masih cukup rentan. Sebab 90 persen sumber pembiayannya adalah dari mahasiswa. Baik itu berupa SPP maupun Dana Pengembangan Pendidikan (DPP). Sedangkan, 10 persennya adalah dari sumber-sumber lain yang bersifat insidential. Dari dana yang ada tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan rutin sedangkan sisanya untuk dana pembangunan dan pengembangan. Untuk masa-masa yang akan datang, pengeluaran rutin akan sentiasa semakin membengkak. Hal ini disebabkan  oleh:

  1. Unit-unit pembangunan semakin banyak dan semakin “menua” konsekuensinya biaya pemeliharaan dan perawatan akan semakin membengkak.
  2. Jumlah karyawan, masa kerja dan golongan kepangkatan mereka dari tahun ke tahun akan semakin naik, konsekuensinya pengeluaran untuk gaji karyawan juga akan semakin naik.

Dengan kecenderungan di atas, fakultas Tarbiyah IAINU tidak bisa hanya mengandalkan sumber pembiayaan dari mahasiswa yang sifatnya flutuatif. Untuk jangka panjang fakultas Tarbiyah IAINU perlu menyusun kembali struktur anggarannya. Khususnya pada aspek sumber pembiayaan. Untuk itu mulai tahun anggaran 2014 yang lalu Fakultas  mengambil kebijakan surplus buget, artinya dari setiap tahun anggaran harus ada saving yang secara bertahap dapat digunakan untuk membangun sumber biaya alternatif dalam bentuk investasi yang menguntungkan. Pada gilirannya hasil investasi tersebut dapat mengurangi ketergantungan fakultas Tarbiyah IAINU dari sumber pembiayaan hampir satu-satunya, yaitu berasal dari mahasiswa.

Dari pengalaman pengelolaan biaya akademik dan non akademik maka program biaya pengembangan yang direncanakan bila dihitung dalam prosentase dari jumlah keseluruhan biaya akan terlihat sebagai berikut:

Biaya Program Pengembangan 3 Tahun

No Program / Proyek Prosentase
1. Pengembangan Staf Edukatif 15
2. Pengembangan staf non edukatif 5
3. Pengembangan Pembinaan Mahasiswa 10
4. Pengembangan Kurikulum dan Proses Belajar Mengajar (termasuk pengembangan system kendali mutu akademik) 10
5. Pengembangan Perpustakaan 10
6. Pengembangan Penelitian 10
7. Pengembangan Pengabdian pada masyarakat 5
8. Pengembangan prasarana dan pemeliharaan gedung

§  Ruang pimpinan

§  Ruang fasilitas pelaksana

§  Ruang fasilitas penunjang

10

 

 

 

9. Pengembangan peralatan

§  Alat-alat kantor

§  Perlengkapan pendidikan/pengajaran

§  Kendaraan

15
10. Saving 10
Jumlah Keseluruhan 100

 

 

 

Kebumen, 20 Juni 2016

Dekan Fakultas Tarbiyah

IAINU Kebumen

Drs. H. Cholidy Ibhar, MA

NIDN. 2117116101